Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

01 September 2015

Menikmati nikmatNYA

Assalamu'alaikum sahabat wafiyyatunnisa's site

apa kabar?

Sudahkah kita bersyukur hari ini?

Apa? Nggak ada hal yang perlu and bisa untuk disyukuri??
Hhmm..., that's impossible!

Ok, saya mau berbagi sedikit cerita.  Tentang pengalaman yang sebenarnya sudah cukup lama, tapi ternyata baru bisa (sempat) saya tuliskan sekarang.

Semoga bisa sedikit memberikan inspirasi.

___________________
___________________

Sore itu, seperti sore-sore di setiap akhir pekan, saya melakukan perjalanan menuju cinunuk.  Yak, dulu sebelum pindah dan menetap di rumah sendiri, saya memang masih tinggal di sebuah kos-kosan di kawasan tamansari.  Pulang ke rumah hanya pada akhir pekan saja (judulnya sih mudik :D).

Sebelum pulang dan memasuki kawasan yang jauh dari kota (hihi), saya biasanya suka mampir ke beberapa tempat, entah itu ke pusat perbelanjaan, melihat pameran, atau sekadar bertandang ke toko buku.  Untuk jalan-jalan seperti ini, saya sudah terbiasa sendiri (kecuali pergi makan dan nonton, yang rasanya wajib dan kudu harus ada temennya).

Tetapi, agenda tandang bertandang saya sore itu menjadi sedikit terganggu karena bawaan yang lumayan merepotkan.  Layaknya orang mudik (meski hanya jarak bandung-cinunuk), saya membawa beberapa keperluan khususnya untuk dikenakan pada hari senin.

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya rencana berkunjung ke beberapa tempat terpaksa saya batalkan.  Karena saat itu saya pergi menggunakan angkot, terbayang repotnya menyandang tas kiri kanan, lalu jalan-jalan sendirian.  Masalah kecil memang, tetapi cukup mengganggu.

12 Maret 2015

'Tragedi Sarah' - Bahaya Narkoba

Sahabat, pada postingan kali ini saya akan menuliskan sebuah kisah yang sangat menyesakkan.  Kisah tentang kehidupan seseorang yang harus berakhir sangat tragis.  Kisah yang bermula dari keisengan.  Iseng bermain-main dengan narkoba.

Kisah ini saya ambil dari buku "Chicken Soup for Muslim" karya Ahmad Salim Baduwailan, dengan subjudul: 'Tragedi Sarah".

Berikut saya salin kembali kisahnya.  Selamat membaca.

27 September 2013

Lepaskan Burung dari Sangkarnya

Happy friday sobat!

Hari ini tanggal 27 September 2013, kemaren tanggal 26 September 2013 (ya iyalah! :D).

Maap, saya bukan lagi pengen ngajakin ngitung-ngitung tanggal, tapi tanggal 26 September itu pernah memberikan kenangan tersendiri.  Nah, berhubung kemaren saya lupa, jadi hari ini deh diposting ceritanya.

Sebelumnya, tahun 2010 lalu, cerita ini pernah diterbitkan dalam buku antologi "Love Lebaran" oleh Indie Publishing.

Dah cukup lama sih kejadiannya, tapi saya memang termasuk orang yang menghargai sejarah (ceilee).  Biasanya, tanggal untuk moment-moment penting akan selalu saya ingat, untuk kemudian setiap tahun saya kenang menjadi salah satu episode kecil dalam hidup saya (Eheeem!).

13 Oktober 2011

Biarkan Rumah Itu Tegak Berdiri di Sana (Part 1)

Kisah berikut hanyalah sebagai bahan renungan serta evaluasi bagi kita semua, tentang pentingnya hijrah untuk berlindung dari sebuah tindak kedzoliman. Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari perbuatan dzolim, sekecil apapun.
(Nama dan tempat disamarkan).

Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jauhilah kedholiman karena kedholiman ialah kegelapan pada hari kiamat, dan jauhilah kikir karena ia telah membinasakan orang sebelummu." Riwayat Muslim.

Biarkan Rumah Itu Tegak Berdiri di Sana

"Tolonglah, Den.  Kasian kakak kalian." Ibu tua itu masih bersikeras mempengaruhi menantu lelaki satu-satunya.  Rudi, kakak sang Istri tentulah yang memohon agar Emak membantu negosiasi.

"Tapi, Mak.  Kami untuk apa tanah di sana. Di sini juga dah lebih dari cukup.  Rumah sama lapang di sini sangat luas."

"Masak mau tinggal di sini terus? Kapan-kapan kan kalian bisa pindah ke sana.  Juallah rumah di sini, jauh dari kota, jauh dari sodara.  Bikin rumah di sana, biar kumpul."

18 April 2011

Metamorfosis Di balik Musibah


Musibah tak selamanya berakhir duka. Ada saatnya ia justru mengundang syukur yang mendalam saat hikmah di balik musibah telah mampu dirasakan.
Hidayah tak selalu hadir dalam nuansa bahagia. Namun dalam bentuk apapun ia menyapa, pasti akan berbuah bahagia pada akhirnya.
Terkadang Allah justru menunjukkan hidayah di balik kelamnya musibah, bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Di bawah ini adalah salah-satu kisah tentang bagaimana cara Allah memberikan hidayahnya kepadaku, setelah perenungan panjang yang aku lakukan saat mengalami musibah.

18 Februari 2011

Ikrar Cinta Ditelan Gelombang


Sebuah Komitmen
            Sekilas, tak ada yang istimewa dari sosoknya di mata Dini.  Lelaki biasa, bahkan terlalu biasa.  Seorang mahasiswa yang untuk memenuhi biaya kuliahnya saja ia harus rela berjualan, mencari dana secara mandiri.  Namun kedekatan terjadi seiring dengan kebersamaan mereka dalam salah-satu organisasi bergengsi di kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).  Saat sama-sama bekerja sebagai pengurus itulah, Dini akhirnya mampu membuka mata untuk melihat sisi lain dari kepribadian Victor.

Memeluk Kenangan

Saat aku mencoba melupakan namun gagal, Saat itulah aku memutuskan untuk berhenti melupakan. Berdamai. Merangkai kisah dalam ...