05 Mei 2014
Kepribadian di balik Warna Favorit
Ups, Assalamu'alaikum pembaca wafiyyatunnisa's site.
Adakah yang merasa kehilangan tulisan-tulisan saya yang renyah bin garing? :D
Maklum, sudah beberapa bulan ini saya benar-benar kehilangan inspirasi. Tak ada tulisan baru yang saya produksi, entah itu cerpen, artikel, puisi, atau sekadar curhatan di blog ini.
Yah, meski bersyukur juga karena masih ada rangkaian kata yang saya share dalam bentuk status fb, bbm, atau kicauan di twitter. Haha. Lumayan kan tuh, daripada sepi sama sekali.
Hhm... hhm...hhm.... saya memang terserang penyakit 'writer's block' parah! Tapi kali ini saya memaksakan diri untuk menggores kalimat demi kalimat, meski mungkin akan semakin garing. Tapi lumayanlah buat obat kangen pembaca setia blog sekalian! Bener nggak?? Seneng kan, akhirnya di blog ini muncul tulisan baru. Ayo ngaku aja!
Ok, ok. Segaring-garingnya saya, sahabat tenang aja. Karena kali ini pun bakalan tetep ada yang saya ceritain kok.
Sobat semua pada punya warna favorit? Boleh tau warna apa? Terus pernah baca karakter berdasarkan warna favorit nggak? Kalo' udah pernah baca, kira-kira warna favorit sobat matching nggak tuh ama kepribadian sobat sendiri?
Oh ho ho... maap yah, malah banyak nanya. Tapi ini serius. Apa benar warna favorit berkaitan dengan karakter pribadi??
01 November 2013
November Has Come
Terpangkas jatah
Tersurut peluang
Berbungkus balutan angka yang bertumbuh
satu... satu...
Kala November berulang,
Mamanjang sudah langkah
Mengurai penuh jejak
Cepat
Merapat
Dan pengembaraannya menantang masa
Mungkin hendak pulang
Pasti pulang
Tapi entah,
Ke sisi mana ia pantas untuk pulang?
Setitik Muhasabah
Wafiyyatunnisa Asy Syu'lah
Jum'at, 1 November 2013
00:00
25 Oktober 2013
MR. MATA-MATA
"Telat lagi?? Makanya, baca komik jangan sampe’ malem. Kesiangan deh tuh!”
Glekk. Baso yang belum terkunyah sempurna nyaris
melesat masuk ke kerongkongan. Dari
nomornya aku tak kenal. Siapa yang
mengirim sms iseng begini?
“Paling temen kelas kita.” Tiara berkomentar.
“Kalo nggak, fans rahasia.” Marsya tak mau kalah.
Entah
siapa, awalnya tak begitu aku pedulikan.
Tapi pada akhirnya kami sibuk menerka sembari bercanda, lalu diikuti
tawaan cuek. Seolah kini kami punya
mainan baru.
Tebakan pertama jatuh pada Arifin. Cowok culun, berkacamata minus, dan selalu
membawa bekal dari rumah. Rumornya,
siswa kutu buku ini memang diam-diam sering mencari informasi apa saja terkait
dengan kepribadianku. Tapi jika melihat
pembawaannya yang polos, juga jemarinya yang selalu bergetar saat akan
berbincang langsung denganku, rasanya mustahil dia berani mengirimkan sms
tadi. Kuteliti lagi gaya bahasa sms yang
cenderung berani. Pastilah bukan dari
orang bertipe seperti Arifin.
27 September 2013
Lepaskan Burung dari Sangkarnya
Hari ini tanggal 27 September 2013, kemaren tanggal 26 September 2013 (ya iyalah! :D).
Maap, saya bukan lagi pengen ngajakin ngitung-ngitung tanggal, tapi tanggal 26 September itu pernah memberikan kenangan tersendiri. Nah, berhubung kemaren saya lupa, jadi hari ini deh diposting ceritanya.
Sebelumnya, tahun 2010 lalu, cerita ini pernah diterbitkan dalam buku antologi "Love Lebaran" oleh Indie Publishing.
Dah cukup lama sih kejadiannya, tapi saya memang termasuk orang yang menghargai sejarah (ceilee). Biasanya, tanggal untuk moment-moment penting akan selalu saya ingat, untuk kemudian setiap tahun saya kenang menjadi salah satu episode kecil dalam hidup saya (Eheeem!).
20 September 2013
Writing to Sharing, Sharing is Caring
Memaksa Diri Untuk Berbagi
Ya, sering kita saksikan di tengah acara, ustadz YM menganjurkan jamaah untuk menyedekahkan uang, cincin, hp, atau apa saja yang kebetulan dibawa, sebagai solusi dari mereka yang merasa hidupnya dirundung masalah, atau bagi siapa saja yang memang sedang mengharapkan suatu limpahan karunia dari Allah SWT.
Sekilas memang tampak jama'ah ini seperti 'dipaksa' untuk bersadaqah. Ups, maaf, kata dipaksa saya kasih tanda kutip, karena sejatinya ini memang bukan sebuah pemaksaan. Mungkin bahasa lebih pasnya adalah dilatih untuk berbagi, dilatih untuk memberi apa yang ada ditangan, tanpa harus pilih-pilih.
02 September 2013
Cerita Lucu di Balik Lupa
Padahal saya belum tua lho. Ya, yang saya lupain sih biasanya hal-hal kecil ya, bukan yang bersifat serius dan menyangkut hajat hidup orang banyak :D
Tapi tetep aja, yang namanya lupa itu kadang bikin gimanaaaaa gitu. Iya nggak sih?
Biasanya saya suka lupa untuk membawa sesuatu, padahal tuh barang udah disiapin dari malam hari. Contoh kecil, map yang berisi berkas penting. Beberapa kali saya harus kembali untuk mengambil benda ini. Bayangkan, untuk mengatasi masalah ini saya akhirnya terkadang meletakkan map tersebut di lantai, tepat di mana saya memang bakalan mondar-mandir sebelum pergi. Jadi, ketika saya hendak melangkah keluar, mau nggak mau deh, keberadaan benda yang janggal akan mengusik penglihatan saya, dan taraaa, jadi tidak lagi terlupakan. Hehe.
Memeluk Kenangan
Saat aku mencoba melupakan namun gagal, Saat itulah aku memutuskan untuk berhenti melupakan. Berdamai. Merangkai kisah dalam ...



