Bandung, 15 September 2011
Sudah tiga hari aku sibuk menyusuri lemari dan rak buku, setelah
sebelumnya mengingat-ingat apa yang bisa aku ingat. Yah, meski koleksi
bukuku memang banyak yang hijrah hingga berbulan bahkan tahuan di
kediaman orang, ternyata harus aku akui ada beberapa juga buku orang
yang betah menetap di tempat tinggalku.
15 September 2011
13 September 2011
Bayangan Kematian
Bandung, 13 September 2011
*Bersama detak jantung yang masih bekerja di luar keadaan normal.
Satu pekan terakhir, ada satu hal yang demikian mengusik. Ah, entah mengusik atau apa namanya, yang kutau ia selalu bermain dalam rasa dan pikiran. Sesuatu yang terus saja mengikuti, layaknya sebuah bayangan. Ia yang terkadang membuatku menangis ketakutan sekaligus sedih, namun juga larut dalam kerinduan. Sesuatu itu adalah bayangan kematian.
*Bersama detak jantung yang masih bekerja di luar keadaan normal.
Satu pekan terakhir, ada satu hal yang demikian mengusik. Ah, entah mengusik atau apa namanya, yang kutau ia selalu bermain dalam rasa dan pikiran. Sesuatu yang terus saja mengikuti, layaknya sebuah bayangan. Ia yang terkadang membuatku menangis ketakutan sekaligus sedih, namun juga larut dalam kerinduan. Sesuatu itu adalah bayangan kematian.
08 September 2011
STOP, Jangan Su'udzon donk!!!
Sore itu (7/9/11) saya naik sebuah angkutan umum yang hampir penuh dengan penumpang. Saya segera masuk ke bagian pojok belakang karena masih terdapat satu tempat, meski dengan space yang kecil karena seorang ibu di pojok meletakkan barang bawaan di atas kursi. Saya duduk tepat di samping barang bawaannya.
05 September 2011
Ramadhan, satu/dua belas
18 Agustus 2011
Kyai Menentang Anaknya Berjilbab?
Seorang anak kyai menghadap Ayahanda yang sedang duduk sambil membaca berita pagi di teras rumahnya.
"Ayah..." nada suaranya tampak ragu.
"Ehhm, ada apa?"
"Aku punya satu permintaan." Kali ini suaranya terdengar sedikit lebih meyakinkan.
"Ada apa lagi?! Aku tidak akan mengizinkan jika itu masih berhubungan dengan pikiran gilamu. Sudah kau baca buku yang kemarin??!" Dengan sedikit meninggikan suaranya, Pak kyai melepas koran di tangannya. Ia menatap lekat-lekat wajah sang anak.
28 Juli 2011
Ini harapan Ramadhanku, apa harapanmu?
Ramadhan in sight, ramadhan di depan mata. Banyak harapan dan segunung target ingin diraih, agar ramadhan tidak berlalu sia-sia. Agar keberadaannya tak terbuang percuma.
Berbahagialah menyambut bulan ramadhan, karena rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang bergembira datangnya bulan Ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka”. (An-Nasa’i).
So, minimal berbahagialah!!
Berbahagialah menyambut bulan ramadhan, karena rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang bergembira datangnya bulan Ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka”. (An-Nasa’i).
So, minimal berbahagialah!!
07 Juli 2011
Seribu Anakku
“Pergilah nak, kini kau telah dewasa, telah pantas bagimu merangkul senjata ini”. Seorang ibu dengan tatapan ketegaran berbicara tanpa ragu dihadapan putra bungsunya.
“Ibu ingin kau pergi berperang. Tunjukkan keberanianmu di hadapan zionis-zionis itu. Wujudkan impianmu, ikuti jejak fathi kakakmu, jemputlah kemuliaan syahid. Yakinlah bahwa Yahudi laknatullah tak ada apa-apanya dihadapan Allah, karena hanya Dialah yang Maha Besar.” Lanjutnya seraya mamantapkan pita jihad di kepala sang anak tercinta.
Langganan:
Postingan (Atom)
Memeluk Kenangan
Saat aku mencoba melupakan namun gagal, Saat itulah aku memutuskan untuk berhenti melupakan. Berdamai. Merangkai kisah dalam ...
-
Hari Ahad lalu (10 Februari 2013) saya iseng maen ke Gramedia di Jalan Merdeka Bandung. Keliatan banget yah lagi nggak ada kegiatan, samp...
-
Mendengar nama Zamzam, sebagian besar orang akan langsung membayangkan satu sosok yang begitu dekat dengan Alqur'an. Lantunan tilawah...
-
Alhamdulillah, akhirnya saya bisa punya rumah sendiri. Prikitieew. Mau tau ceritanya?? Yah, dengan uang pas-pasan, salah-satu alterna...





