23 November 2011

Cari Makanan Khas Bangka, Asli??!

Assalamu'alaikum Abang, Ayuk, Akang, Teteh, Bapak, Ibu, Umi, Abi, dan semua pencinta Makanan Khas Bangka.  Yang punya selera Bangka ASLI!!
Pengen tetep ngerasain cita rasa keaslian khas Bangka di Kota Bandung??!
Ga perlu jauh-jauh pulang kampung, ngabisin ongkos!

Mending mampir sini yukk!! WARUNG BANGKA ASLI !

Dijamin PUAS DAN PAS!!
PAS Di hati, PAS di lidah, PAS di kantong

11 November 2011

Kami Percaya

Indonesia
Tak risau hati kami kepadanya
Karena di sini, kami hidup untuk mati
Di masa tangan-tangan akrab menggenggam runcingan bambu
Di zaman darah, harta, nyawa menjadi bagian dari sumbangsih

Merdeka!!
Indonesia mandiri, terhormat
Bukan di bawah awasan kuasa penjajah
Tidak direndahkan juga merendahkan
Itu tekad kami!
Itu cita-cita kami!

HEBOH DALAM KERETA


“Ha ha ha…”
“Beneran itu teh?? aneh bener sih!”
“Emang, saya juga kaget.  Asli gokil pisan!”
“Sstttt…!!” seru seorang penumpang yang posisinya paling dekat dari tempat kami duduk.  Tersadar, suara gelak kami berlima sedari tadi mengganggu ketentraman penduduk kereta jurusan Bandung-Yogyakarta sore ini.
“Kamu tuh, ketawanya paling kenceng!” aku berbisik.
“Udah, emang dari tadi kita semua berisik.  Malu nih, jadi pusat perhatian”
Aku melempar senyum kepada beberapa penumpang yang masih melirik ke arah kami.  Perjalanan wisata aku bersama empat lelaki tidak tampan, teman sekantorku kali ini dimulai pada malam hari.

08 November 2011

Al hamwu Al mautu (Ipar adalah Kematian)

Beberapa hari yang lalu saya milad, dan senangnya karena moment ini bertepatan dengan syukuran kecil-kecilan di keluarga, sehingga seluruh anggota keluarga berkumpul.  Saya mendapatkan kado dari dua orang kakak perempuan saya, salah-satunya adalah buku "Chicken Soup For Muslim", berisi tentang kisah-kisah nyata yang mengandung banyak hikmah dan pelajaran.

Kisah demi kisah demikian membuat saya larut dalam pelajaran yang sangat berharga.  Sungguh sulit dipercaya bahwa kisah itu nyata, benar-benar terjadi.  Salah-satu kisah yang endingnya membuat saya sangat tercengang adalah cerita yang berjudul "Ipar adalah Kematian".  Berikut saya salin kembali kisahnya (semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua) :

28 Oktober 2011

Ahmad Zamzam Zainal Muttaqiin (Ceng Zamzam)

Mendengar nama Zamzam, sebagian besar orang akan langsung membayangkan satu sosok yang begitu dekat dengan Alqur'an.  Lantunan tilawahnya yang syahdu cukup untuk membuat saya mengistirahatkan sejenak telinga dari aktivitas pendengaran lainnya.

Lebay?? ah tidak juga.  Sejak dulu saya memang selalu terenyuh mendengar bacaan Alqur'an yang begitu indah, dan salah-satunya adalah dengan irama yang biasa dilantunkan oleh Zamzam. Ada rasa yang tak biasa.  Menurut saya, inilah ajaibnya Alqur'an. 

Setiap telinga saya menangkap suara seperti itu, entah melalui corong speaker masjid, putaran kaset, di kampus, televisi, atau di mana saja, rasanya seperti ada magnet yang menarik hati saya untuk mempertajam pendengaran.  Saya akan diam sembari membayangkan, siapa sesungguhnya yang menebar alunan indah itu?

25 Oktober 2011

Perjalanan Hidup - Sebuah Perenungan -


Sesosok bayi mungil belajar menatap dunia.  Tanpa dosa, tanpa beban, tanpa tanggungjawab, tumbuh dalam kasih sayang ayah bunda tercinta.  Adakah resah jika belum mengenal dosa, adakah benci karena belum terjebak rasa, adakah keserakahan bila belum terpikat harta dunia.  Dalam kelemahan dan ketidakberdayaannya, bunda kerahkan seluruh tenaga, waktu, pikiran, hingga nyawa untuk kehidupan dan harapan sang bayi.  Ayahpun tak lelah mengorbankan segala kemampuan demi nafas dan detak jantungnya.  Seakan semua rela diberikan hanya untuk kebahagian anak tersayang.

13 Oktober 2011

Biarkan Rumah Itu Tegak Berdiri di Sana (Part 1)

Kisah berikut hanyalah sebagai bahan renungan serta evaluasi bagi kita semua, tentang pentingnya hijrah untuk berlindung dari sebuah tindak kedzoliman. Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari perbuatan dzolim, sekecil apapun.
(Nama dan tempat disamarkan).

Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jauhilah kedholiman karena kedholiman ialah kegelapan pada hari kiamat, dan jauhilah kikir karena ia telah membinasakan orang sebelummu." Riwayat Muslim.

Biarkan Rumah Itu Tegak Berdiri di Sana

"Tolonglah, Den.  Kasian kakak kalian." Ibu tua itu masih bersikeras mempengaruhi menantu lelaki satu-satunya.  Rudi, kakak sang Istri tentulah yang memohon agar Emak membantu negosiasi.

"Tapi, Mak.  Kami untuk apa tanah di sana. Di sini juga dah lebih dari cukup.  Rumah sama lapang di sini sangat luas."

"Masak mau tinggal di sini terus? Kapan-kapan kan kalian bisa pindah ke sana.  Juallah rumah di sini, jauh dari kota, jauh dari sodara.  Bikin rumah di sana, biar kumpul."

Memeluk Kenangan

Saat aku mencoba melupakan namun gagal, Saat itulah aku memutuskan untuk berhenti melupakan. Berdamai. Merangkai kisah dalam ...