07 Februari 2012

Pesan Untuk Pak Slamet Widodo

Sobat, kali ini aku kembali ingin berkisah.  Bukan kisah pribadi, melainkan pengalaman yang aku comot dari seorang kakak, yang ia sampaikan penuh antusias saat malam telah melewati batas tengahnya.  Saat mata mulai meredup, dan mulut tak terhitung entah berapa kali menguap lebar.

Ini kisah nyata kakakku lho.  Selamat menikmati.

Aku dan liza adalah sepasang sahabat, dekat, akrab.  Sejak SMP hingga mengenakan seragam putih abu-abu, kian lekat hubungan pertemanan kami.  Di sekolah kami, SMUNSA Jebus Bangka, kami duduk satu meja.

06 Februari 2012

Dan Pengamen pun Bicara

Pagi ini (seperti juga senin-senin sebelumnya), setelah mengekor pada jok belakang motor kakak dari Cinunuk, saya turun di kawasan Kiaracondong.  Dari sana saya masih harus melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum menuju daerah Tamansari.  Baru saja hendak melepas beban tubuh ke atas kursi angkot, seorang Ibu di hadapan menatap penuh isyarat, seperti hendak menyampaikan sesuatu.  Begitu melirik ke seorang ibu lagi yang berada tepat di samping kiri, barulah saya mengerti.

18 Januari 2012

RINGTONE

            "Sya'tisy syajaaru nadqal hajaru, syuqqal qamaru bi isyaratihi...”

Lantunan merdu Zamzam yang menjadi nada dering hp GW 300 ku memecah keterdiaman.  Biasanya suara remaja 14 tahun yang juga qari internasional itu syahdu memanjakan gendang telinga, tapi tidak kali ini.  Pasalnya, sepasang mata yang terarah dari seberang tempatku duduk menjelma belati yang menikam nyali.  Dering tadi pastilah mencuri perhatiannya.

Mobil jurusan caheum cileunyi meluncur lancar, karena jam macet memang telah berlalu.  Kuperkirakan saat ini telah melampaui pukul sepuluh.  Di segala sisi hanya sesekali kendaraan menderu dalam kecepatan tinggi.  Parahnya, jok belakang kendaraan berplat kuning ini hanya menyisakan dua penumpang, aku dan seorang lelaki muda yang kini menatap penuh selidik.  Ah, menyesal terlalu menunda kepulangan, padahal pertandingan volly persahabatan telah bubar sejak pukul lima sore tadi

08 Desember 2011

Mau Pilih Bahagia??

Syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik

Tuhan pasti 'kan menunjukkan
kebesaran dan kuasaNya
bagi hambaNya yang sabar
dan tak kenal putus asa
(D'masiv - Jangan Menyerah)

Siapa yang belum pernah denger lagu di atas??? ngacung!! Hayyo ngaku aja, tar tak kasih CD gratis! hi hi...
*KIDDING ahh! (takut ditagih, lah wong sayanya aja 'nda punya kok)

Gini..., gini....  Inti lagu di atas adalah kita diminta untuk tetap SEMANGAT, PANTANG MENYERAH, dan SELALU BERSYUKUR atas setiap episode hidup yang kita jalani.  Beragam manusia di dunia, masing-masing punya rejeki, ujian, keadaan, peran, dan peruntungan yang tak mungkin seragam.

23 November 2011

Cari Makanan Khas Bangka, Asli??!

Assalamu'alaikum Abang, Ayuk, Akang, Teteh, Bapak, Ibu, Umi, Abi, dan semua pencinta Makanan Khas Bangka.  Yang punya selera Bangka ASLI!!
Pengen tetep ngerasain cita rasa keaslian khas Bangka di Kota Bandung??!
Ga perlu jauh-jauh pulang kampung, ngabisin ongkos!

Mending mampir sini yukk!! WARUNG BANGKA ASLI !

Dijamin PUAS DAN PAS!!
PAS Di hati, PAS di lidah, PAS di kantong

11 November 2011

Kami Percaya

Indonesia
Tak risau hati kami kepadanya
Karena di sini, kami hidup untuk mati
Di masa tangan-tangan akrab menggenggam runcingan bambu
Di zaman darah, harta, nyawa menjadi bagian dari sumbangsih

Merdeka!!
Indonesia mandiri, terhormat
Bukan di bawah awasan kuasa penjajah
Tidak direndahkan juga merendahkan
Itu tekad kami!
Itu cita-cita kami!

HEBOH DALAM KERETA


“Ha ha ha…”
“Beneran itu teh?? aneh bener sih!”
“Emang, saya juga kaget.  Asli gokil pisan!”
“Sstttt…!!” seru seorang penumpang yang posisinya paling dekat dari tempat kami duduk.  Tersadar, suara gelak kami berlima sedari tadi mengganggu ketentraman penduduk kereta jurusan Bandung-Yogyakarta sore ini.
“Kamu tuh, ketawanya paling kenceng!” aku berbisik.
“Udah, emang dari tadi kita semua berisik.  Malu nih, jadi pusat perhatian”
Aku melempar senyum kepada beberapa penumpang yang masih melirik ke arah kami.  Perjalanan wisata aku bersama empat lelaki tidak tampan, teman sekantorku kali ini dimulai pada malam hari.

Memeluk Kenangan

Saat aku mencoba melupakan namun gagal, Saat itulah aku memutuskan untuk berhenti melupakan. Berdamai. Merangkai kisah dalam ...