03 April 2013

QaddarAllohu wa maa syaa a fa’ala

Hari ini nuansa posting akan sedikit berbau duka.

Kemarin (ahad, 31 Maret 2013), Ibu saya kecopetan sebuah gelang emas (sekitar 37,5 gram) di dalam angkutan kota (angkot) jurusan Caheum-Cileunyi.  Angkot yang kami tumpangi berjalan dari alun-alun kota Bandung (masjid agung Bandung) menuju arah Cileunyi.
Kejadian ini saya ceritakan sekadar untuk dijadikan bahan sharing agar suatu saat dapat lebih berhati-hati, sekaligus juga menyadari modus para pencuri di dalam angkot.
Berikut kronologis ceritanya:

Saat itu sekitar pukul setengah lima atau jelang pukul lima sore.  Biasanya, dari alun-alun menuju cibiru kami akan menggunakan jasa bis Damri.  Tapi berhubung sore dan dalam keadaan hujan, bis kami perkirakan pasti akan penuh dan sulit mendapatkan tempat duduk.  Daripada berdiri, kami memutuskan untuk menumpang angkot jurusan Caheum-Cileunyi yang beberapa memang melewati alun-alun (seharusnya jalur resmi angkot ini tidak melalui jalan ini, hanya sampai Cicadas).

26 Maret 2013

Love Flowers, Love Star!

Baiklah, ini adalah sesi curhat, sesi cerita diri, sesi yang ringan seringan-ringannya.  Rasanya lamaaaaa yah nggak update blog, sudah nyaris 2 pekan.
Maklum, kerjaan kantor beberapa waktu belakangan lumayan rada bikin njelimet, dan sebagai pengusir rasa jenuh, waktu sisa di malam hari saya gunakan untuk berkreasi bersama flanel (Ssst, saya sedang mempersiapkan bisnis tentang ini, mudah2an aja bisa terwujud, aamiin).
 
Dan kali ini saya hanya sedang ingin sedikit narsis (nah lho, apaan tuh??)
Mau tau apa hal yang sangat saya suka?
Apa?? Nggak mau tau??
Bodo' ah, tetap bakalan saya kasih tau.  Kali aja suatu saat pengakuan saya ini bermanfaat buat sodara-sodara sekalian yang berniat memberikan sebuah kejutan alias surprise buat saya, hehe.

Dua dari sekiiiian banyak yang sangat saya suka adalah........

BUNUH AKU, SEKARANG !

            "Bunuh saja aku, sekarang!"  Teriakan sia-sia, karena kau pun tak akan pernah peduli.  Putus asa?  Ya, terlalu lelah dalam siksaan.  Terkadang aku muak dengan kelakuanmu yang serupa memanjakan, tapi diam-diam menikam.  Awalnya aku masih berbaik sangka.  Aku pikir kau memang tak menyadari sikapmu mampu membunuhku, perlahan, sangat menyiksa.  Tapi sering kudengar kerabat berusaha menyadarkanmu dengan ragam peringatan.  Kau acuh.  Oh, baik sangkaku keliru.  Kau bukannya tak tahu, tapi tak mau tahu. 

"Aku ingin mati sekarang!"  Kuulangi lagi.  Kau asyik masyuk, sibuk dengan kesenangan sendiri.

"Percuma.  Dia tak akan peduli."  Satu suara menyadarkan.  Kuperhatikan kondisinya tak jauh beda denganku.

"Kita senasib.  Aku pun tertawan.  Kita sama-sama menanti ajal."  Ucapnya pesismis.

13 Maret 2013

Ini Tentang Masa Depan Kita

Ini tentang masa depan

Lihat dan renungkan sejenak

Jika saat ini puluhan pakaian terindah berjajar dalam lemari
Bersulam benang emas, berbahan sutera
Tapi nanti...
Pada Akhirnya...

INI BAHAN PAKAIAN TERAKHIR YANG AKAN KITA GUNAKAN. . .







15 Februari 2013

'Hujatan', Sarana Promosi Yang Efektif


Hujatan?  Yah, hujatan, cacian, pencitraan buruk, pemberitaan miring, dan semacamnya.  Tapi mengapa justru menjadi bentuk promosi atau pengenalan yang efektif?

Ini semata pengamatan awam dari saya yang beberapa kali mendapatkan berita serupa.
Tentu masih ingat peristiwa 11 September 2001 di Amerika.  Pemberitaan saat itu sangat sangat sangat memperburuk citra Islam.  Islam teroris, Islam identik dengan kekerasan, Islam mengajarkan perang, Islam yang kasar, dan sebagainya.  Tentu media sengaja (karena telah dikendalikan oleh pihak tertentu) untuk membesar-besarkan berita ini.  Menyampaikan seluas mungkin, bahkan ke seluruh lapisan masyarakat dunia, bahwa Islam adalah agama kasar dan jauh dari nilai kemanusian.  Tujuannya?  Pastilah agar semakin banyak yang membenci Islam.  Faktanya??

12 Februari 2013

Sepatu Bayi Dari Kain Flanel

Hari Ahad lalu (10 Februari 2013) saya iseng maen ke Gramedia di Jalan Merdeka Bandung.  Keliatan banget yah lagi nggak ada kegiatan, sampe' maen ke toko buku aja iseng, he he.
Tapi memang bener sih, hari itu hujan besar tiba-tiba membatalkan niat saya dan seorang teman untuk berenang.  Sehingga otomatis, saya hanya berdiam diri saja.  Setelah seharian mendekam dalam kamar, kejenuhan akhirnya menggiring saya untuk berselancar di dunia nyata.  Salah-satu alternatif pilihan saya adalah toko buku, dan kebetulan Gramedia terletak tidak terlalu jauh dari tempat kediaman.

08 Februari 2013

Mushala di Pusat Belanja

Sahabat suka belanja ke tempat perbelanjaan nggak?  Terus pernah nggak ngalamin ketika lagi belanja, tiba-tiba masuk waktu shalat.  Atau parahnya, waktu shalat udah mepet, nyaris habis.  Yah, salah-satu alternatif tercepat supaya nggak ketinggalan adalah shalat di pusat perbelanjaan.  Tapi kadang merasa nyaman nggak sih?

Mayoritas mall atau pusat perbelanjaan memang menyediakan tempat untuk shalat.  Tapi beberapa di antaranya masih jauh dari kategori layak.  Ada yang meletakkan mushalla di pojok ruangan, sempit, tidak terawat, ada juga beberapa yang menempatkan mushalla di basemant, dekat area parkir.

Kadang suka miris, membayangkan bahwa di tengah bangunan nan megah, lantai mengkilap, serba wah, eh tempat ibadah yang disediakan hanya mengambil sepersekian bagian, kecil, kusam, jauh dari rasa nyaman.  Mungkin management masih beranggapan bahwa mushalla bukanlah faktor penting yang harus mendapatkan perhatiaan khusus.  Padahal kenyamanan ibadah sangat sangat sangat diperlukan oleh pengunjung, juga tentunya oleh para karyawan yang berkerja di tempat itu.

Memeluk Kenangan

Saat aku mencoba melupakan namun gagal, Saat itulah aku memutuskan untuk berhenti melupakan. Berdamai. Merangkai kisah dalam ...