23 Mei 2013
Mutiara Waktu
Lama saya nggak update, lama nggak nongol, lama nggak nulis. Eits, tapi bukannya tanpa alasan! Ada satu alasan syar'i, penting, dan sangat-sangat masuk akal bagi saya untuk sesaat fakum dari dunia ini. Bahkan saya benar-benar menghentikan untuk sementara kegiatan tulis menulis, baca buku yang berkaitan dengan tulis menulis (cerpen, novel, dan sejenisnya), dunia flanel (yang sungguh tadinya saya persiapkan untuk bisnis), dan hal-hal lain yang menurut pengamatan saya memang HARUS ditunda.
Karena apakah??
SKRIPSI!
03 April 2013
QaddarAllohu wa maa syaa a fa’ala
Kemarin (ahad, 31 Maret 2013), Ibu saya kecopetan sebuah gelang emas (sekitar 37,5 gram) di dalam angkutan kota (angkot) jurusan Caheum-Cileunyi. Angkot yang kami tumpangi berjalan dari alun-alun kota Bandung (masjid agung Bandung) menuju arah Cileunyi.
Kejadian ini saya ceritakan sekadar untuk dijadikan bahan sharing agar suatu saat dapat lebih berhati-hati, sekaligus juga menyadari modus para pencuri di dalam angkot.
Berikut kronologis ceritanya:
Saat itu sekitar pukul setengah lima atau jelang pukul lima sore. Biasanya, dari alun-alun menuju cibiru kami akan menggunakan jasa bis Damri. Tapi berhubung sore dan dalam keadaan hujan, bis kami perkirakan pasti akan penuh dan sulit mendapatkan tempat duduk. Daripada berdiri, kami memutuskan untuk menumpang angkot jurusan Caheum-Cileunyi yang beberapa memang melewati alun-alun (seharusnya jalur resmi angkot ini tidak melalui jalan ini, hanya sampai Cicadas).
26 Maret 2013
Love Flowers, Love Star!
Maklum, kerjaan kantor beberapa waktu belakangan lumayan rada bikin njelimet, dan sebagai pengusir rasa jenuh, waktu sisa di malam hari saya gunakan untuk berkreasi bersama flanel (Ssst, saya sedang mempersiapkan bisnis tentang ini, mudah2an aja bisa terwujud, aamiin).
Dan kali ini saya hanya sedang ingin sedikit narsis (nah lho, apaan tuh??)
Mau tau apa hal yang sangat saya suka?
Apa?? Nggak mau tau??
Bodo' ah, tetap bakalan saya kasih tau. Kali aja suatu saat pengakuan saya ini bermanfaat buat sodara-sodara sekalian yang berniat memberikan sebuah kejutan alias surprise buat saya, hehe.
Dua dari sekiiiian banyak yang sangat saya suka adalah........
BUNUH AKU, SEKARANG !
"Bunuh saja aku, sekarang!" Teriakan sia-sia, karena kau pun tak akan pernah peduli. Putus asa? Ya, terlalu lelah dalam siksaan. Terkadang aku muak dengan kelakuanmu yang serupa memanjakan, tapi diam-diam menikam. Awalnya aku masih berbaik sangka. Aku pikir kau memang tak menyadari sikapmu mampu membunuhku, perlahan, sangat menyiksa. Tapi sering kudengar kerabat berusaha menyadarkanmu dengan ragam peringatan. Kau acuh. Oh, baik sangkaku keliru. Kau bukannya tak tahu, tapi tak mau tahu.
"Aku ingin mati sekarang!" Kuulangi lagi. Kau asyik masyuk, sibuk dengan kesenangan
sendiri.
"Percuma. Dia tak akan
peduli." Satu suara
menyadarkan. Kuperhatikan kondisinya tak
jauh beda denganku.
"Kita senasib. Aku pun tertawan. Kita sama-sama menanti ajal." Ucapnya pesismis.
13 Maret 2013
Ini Tentang Masa Depan Kita
Lihat dan renungkan sejenak
Jika saat ini puluhan pakaian terindah berjajar dalam lemari
Bersulam benang emas, berbahan sutera
Tapi nanti...
Pada Akhirnya...
INI BAHAN PAKAIAN TERAKHIR YANG AKAN KITA GUNAKAN. . .
15 Februari 2013
'Hujatan', Sarana Promosi Yang Efektif
Ini semata pengamatan awam dari saya yang beberapa kali mendapatkan berita serupa.
Tentu masih ingat peristiwa 11 September 2001 di Amerika. Pemberitaan saat itu sangat sangat sangat memperburuk citra Islam. Islam teroris, Islam identik dengan kekerasan, Islam mengajarkan perang, Islam yang kasar, dan sebagainya. Tentu media sengaja (karena telah dikendalikan oleh pihak tertentu) untuk membesar-besarkan berita ini. Menyampaikan seluas mungkin, bahkan ke seluruh lapisan masyarakat dunia, bahwa Islam adalah agama kasar dan jauh dari nilai kemanusian. Tujuannya? Pastilah agar semakin banyak yang membenci Islam. Faktanya??
12 Februari 2013
Sepatu Bayi Dari Kain Flanel
Tapi memang bener sih, hari itu hujan besar tiba-tiba membatalkan niat saya dan seorang teman untuk berenang. Sehingga otomatis, saya hanya berdiam diri saja. Setelah seharian mendekam dalam kamar, kejenuhan akhirnya menggiring saya untuk berselancar di dunia nyata. Salah-satu alternatif pilihan saya adalah toko buku, dan kebetulan Gramedia terletak tidak terlalu jauh dari tempat kediaman.
Memeluk Kenangan
Saat aku mencoba melupakan namun gagal, Saat itulah aku memutuskan untuk berhenti melupakan. Berdamai. Merangkai kisah dalam ...


