29 Januari 2011

Urgensi Ilmu…

(2004 M)

- Short Reflection Tinta -

Knowledge is power, Ilmu adalah kekuatan. Sebaris kalimat singkat ini tampaknya cukup untuk mengungkapkan betapa tinggi kedudukan ilmu di dalam kehidupan manusia. Ilmu merupakan sumber kemuliaan dan harga diri, awal dari segala amalan, serta kunci kesuksesan yang utama. Dengan ilmu seseorang akan memiliki tingkat derajat yang lebih tinggi.


Ingatlah betapa manusia diajarkan untuk selalu memprioritaskan ilmu sebelum bertindak di dalam segala urusan. Tanpa ilmu seseorang tidak akan berani untuk berbicara di hadapan orang banyak, tanpa ilmu tidak akan ada yang berani menempatkan dirinya sebagai pemimpin, tanpa ilmu mustahil seseorang akan dinobatkan sebagai seorang penemu terkenal. Kalaupun ada, tidaklah ia sedang melakukan sesuatu kecuali menjatuhkan nilai dan martabat dirinya sendiri. Bahkan di dalam urusan agamapun, manusia dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan ketika ia hendak menyatakan keimanan kepada Tuhannya. Oleh karena itu, ilmu merupakan sesuatu yang mutlak dimiliki oleh setiap manusia dalam usahanya untuk merentasi kehidupan.

Sahabat, benar bahwa dunia kampus begitu identik dengan ilmu pengetahuan. Menuntut ilmu mungkin menjadi tujuan utama ketika kita mengayunkan langkah menuju lingkungan ini. Bersyukurlah bahwa kita diberikan kesempatan untuk berada di dalamnya, karena kampus dapat menjadi wahana masukan ilmu bagi kita. Namun sahabat, ternyata ilmu tidak hanya berputar pada alam pendidikan formal semata. Sebuah pernyataan yagn berbunyi “tuntutlah ilmu walau harus ke negeri cina”, atau ungkapan lain “tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahat” mengajarkan kepada kita bahwa begitu luas cakupan ilmu yang bisa kita gali. Ketika kita berada di luar lingkungan kampus, proses pendidikan harus terus berlangsung. Di dalam lingkungan lain (keluarga, masyarakat, dsb) kita akan menjumpai berbagai jenis pendidikan yang dapat menjadi sumber ilmu untuk kemudian menuntun segala tingkah laku kita. Misalnya saja pendidikan agama yang menanamkan pemahaman tentang makna kehidupan, ketentuan-ketentuan Tuhan, serta segala sesuatu yang harus dilakukan/ditinggalkan demi meraih kebahagian dunia akhirat, pendidikan moral yang mengajarkan adab kesopanan, dan tata krama, atau pendidikan lain yang tidak bisa sepenuhnya didapatkan di dalam perkuliahan.

Sahabat, terkadang kta memang perlu berkorban untuk mendapatkan sedikit ilmu. Tetapi yakinlah bahwa setiap rupiah yang kita keluarkan untuk membeli buku yang bermanfaat, waktu yang kita luangkan untuk mengikuti kursus atau seminar, akan menjadi asset yang sangat berharga di masa yang akan datang. Ilmu akan membebaskan kita dari segala bentuk pembodohan, merubah kegelapan menjadi cahaya, serta menyelamatkan kita dari kesia-siaan amal perbuatan. Tidak ada kata rugi untuk sebuah ilmu, karena ilmu inilah yang dapat menuntun kita menuju sebuah kesuksesan. Tiada ada batasan apapun yang dapat dijadikan alasan untuk berhenti menuntut ilmu. Tidak usia, kecerdasan, tidak pula kekayaan. Sampai kapanpun, di manapun, dan apapun kedudukannya, setiap orang tetap diharuskan untuk mencari ilmu.

Oleh karena itu sahabat, mari jadikan setiap lingkungan sebagai alam pendidikan. Teruslah berusaha untuk mencintai ilmu, dan tetaplah haus akan ilmu. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang ditinggikan derajatnya, karena kegigihan upaya kita untuk terus menambah ilmu pengetahuan.

Wallahu’alam

ﻮﻔﻴﺔ ﻠﻧﺴﺎ ﺀ
*tulisan jadul yang dishare kembali klik blog fs saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Karena banyak yang mengalami kesulitan dalam mengisi komentar, berikut panduan singkatnya:
Untuk memberi komentar tanpa login, silahkan pilih 'Name/URL' pada kolom 'Beri komentar sebagai', lalu masukkan nama anda (URL silahkan dikosongkan). Kemudian masukkan komentar yang ingin disampaikan. Terimakasih

Ikhlas itu Perkara Hati

Sahabat, mari bicara tentang keikhlasan. Ikhlas adalah perkara hati, karenanya tidak ada yang berhak memberikan penilaian hanya berdasarka...