14 November 2012

Sesederhana Itu, Untuk Menjadi Inspirator

"Media seribu, media seribu, PR, PR..."
Kami, kumpulan akhwat yang sedang berbincang di beranda masjid Aljihad Unpad Dipati Ukur, sejenak menghentikan obrolan.  Sosok laki-laki sepuh, bertopi, dan membawa tas penuh berisikan surat kabar mengusik perhatian kami.  Di tangannya pun penuh oleh koran beragam terbitan.  Sambil tersenyum ramah ia menyodorkan dagangannya.

***
Mahasiswa Unpad DU mana yang tidak tahu sosok beliau.  Loper koran yang selalu tersenyum, seakan hidup yang dihadapi terasa begitu mudah dan ringan.  Setiap hari ia konsisten mengunjungi satu persatu mahasiswa yang sedang duduk, berkumpul, entah itu di area kampus, masjid, maupun di sekitar pinggiran jalan kampus tempat mahasiswa biasa mengisi perut.  Seolah tak pernah lelah dan bosan ia menekuni profesinya.

01 November 2012

Cukup Dewasakah Kita, Untuk Menjadi Almarhum?

Mati, selalu menjadi media paling efektif untuk menahan jiwa dari gejolak cinta dunia.  Mengingat mati adalah salah-satu bentuk instrospeksi sekaligus motivasi untuk tetap lurus berjalan dalam garis aturanNya.  Mati adalah pemutus segala kenikmatan dunia, dan karenanya kita dianjurkan untuk memperbanyak mengingat dan memikirkan tentang kematian.

Bersabda Rasulullah SAW:
"Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian". [HR. ath-Thabrani)

Sahabat, dalam beberapa bulan ke belakang, rasanya banyak berita kematian yang saya terima.  Entah itu keluarga dari salah-satu kerabat, teman dari seorang teman, atau bahkan publik figur yang tak jarang saya saksikan sosok fisiknya meski hanya melalui media.
Dan terakhir (Selasa, 23 Oktober 2012), kematian seoarang rekan satu profesi sempat membuat saya shok, nyaris tidak percaya.  Seorang teman seperjuangan yang juga duduk dalam ruangan yang sama, yang hampir setiap hari selalu bertegur sapa.  Sungguh, butuh waktu beberapa hari bagi saya untuk sekedar meyakinkan diri bahwa dia memang telah tiada.

Ikhlas itu Perkara Hati

Sahabat, mari bicara tentang keikhlasan. Ikhlas adalah perkara hati, karenanya tidak ada yang berhak memberikan penilaian hanya berdasarka...