04 Januari 2013

Makan Buah Sebelum Makanan Berat

Di Indonesia, buah-buahan umumnya dikenal sebagai makanan pencuci mulut.  Layaknya pencuci mulut, ya dimakannya setelah selesai makan makanan berat.  Betul nggak?

Kebiasaan ini seperti sudah mendarah daging, baik dikalangan masyarakat atas, maupun menengah ke bawah.  Termasuk sahabat semua juga kan??  Hayyo, ngaku!

Well, tradisi turun temurun yang akhirnya menjadi hal lumrah memang tak mudah untuk diubah.  Bahkan ketika ada seseorang yang 'berani' menantang kebiasaan, akan dianggap aneh alias tak wajar.  Eh, sebentar!  Memangnya ada apa dengan kebiasaan menyajikan buah-buahan sebagai pencuci mulut?  Salahkah?  Nah, itu dia yang mau kita bahas di sini.

Ternyata, buah-buahan sebaiknya dikonsumsi sebelum mengkonsumsi makanan berat.  Kenapa?  Berikut ini fakta yang wajib kita ketahui.

Makanan berat memerlukan waktu relatif lama untuk dapat dicerna secara sempurna (sekitar 3 jam), sedangkan buah-buahan dapat dicerta dalam waktu sekitar 10-45 menit saja.  Jika kita mengkonsumsi buah-buahan terlebih dahulu, itu berarti kita telah memberikan kesempatan bagi buah-buahan tersebut untuk dapat terserap secara sempurna.  Karena makan buah dalam keadaaan perut kosong akan membuat sari buah tersebut terserap lebih maksimal.

Sebaliknya, jika kita mengkonsumsi makanan berat, kemudian langsung menyantap buah-buahan, maka buah-buahan yang kita makan tidak dapat dicerna dengan sempurna, karena makanan berat yang kita makan pun masih dalam proses penyerapan.  Sehingga sangat disayangkan mengetahui bahwa sari buah-buahan yang dimaksudkan untuk memberikan asupan vitamin bagi tubuh ternyata tidak dapat terserap dengan baik.  Yah, mungkin buah-buahan yang kita makan benar-benar hanya berfungsi sebagai pencuci mulut, yang akan memberikan manfaat kesegaran di mulut semata.

Adapun bagi sahabat yang mengalami masalah dengan lambung atau maag dan merasa khawatir mengkonsumsi buah-buahan dengan perut kosong, bolehlah makan makanan berat terlebih dahulu.  Tapi ingat, beri jeda sekitar 3 jam, baru kemudian dapat menyantap buah-buahan.

Makan buah di pagi hari juga sangat baik, karena sistem pencernaan kita telah beristirahat sepanjang malam.

Faktanya sekarang, kebanyakan dari kita mengambil buah setelah makan.  Minum jus sehabis makan.  Yah, sebagian orang mungkin akan berpendapat bahwa ini hanya sekadar merubah waktu saja.  Mau yang mana dulu yang dimakan, toh sama-sama masuk ke dalam perut.  Betul, secara sepintas seolah hanya merubah waktu.  Tapi setelah kita memahami kinerja dalam organ tubuh kita, tidakkah kita ingin memudahkan kerja mereka?  Tidakkah kita ingin makanan yang kita beli dengan harga yang tidak murah, dapat memberikan manfaat sebagaimana seharusnya?


Dalam artikel yang menyebutkan tentang kebiasaan makan keluarga Yahudi (kita tahu dan mengakui bahwa anak-anak Yahudi sangat cerdas dan pintar), dikatakan salah satu metodenya pun adalah dengan menyajikan buah-buahan sebagai menu pembuka, bukan makanan penutup.  (Berikut artikel lengkapnya)
Dan yang terpenting, cara mengkonsumsi buah seperti ini adalah cara yang pernah diteladankan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Maka, mari mulailah dari tubuh kita sendiri.  Kemudian tanamkan kebiasaan ini kepada anak-anak kita kelak.  Rasulullah SAW sebagai manusia panutan telah mencontohkan cara hidup sehat, termasuk dalam hal makan dan minum.  Peliharalah jasad sebagai bentuk rasa syukur kita atas anugerah kesehatan yang telah Allah SWT karuniakan.  Ingat, mukmin yang kuat lebih Allah SWT cintai daripada mukmin yang lemah.

Daripada Abu Hurairah r.a, beliau berkata, Rasulullah SAW telah bersabda:  
”Mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah SWT dari pada Mukmin yang lemah, pada tiap-tiap itu ada kebaikan maka bergiat-giatlah terhadap apa yang bermanfaat bagi kamu dan memohon pertolongan dari Allah niscaya engkau tidak lemah, jika engkau ditimpa sesuatu janganlah berkat jika aku melakukannya tentu akan begini dan begitu, akan tetapi aku katakanlah ketentuan Allah, dan jika ia ingin maka dilakukannya, maka sesungguhnya jika engkau membuka pekerjaan setan (HR. Muslim)

Wallahu'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Karena banyak yang mengalami kesulitan dalam mengisi komentar, berikut panduan singkatnya:
Untuk memberi komentar tanpa login, silahkan pilih 'Name/URL' pada kolom 'Beri komentar sebagai', lalu masukkan nama anda (URL silahkan dikosongkan). Kemudian masukkan komentar yang ingin disampaikan. Terimakasih

Ikhlas itu Perkara Hati

Sahabat, mari bicara tentang keikhlasan. Ikhlas adalah perkara hati, karenanya tidak ada yang berhak memberikan penilaian hanya berdasarka...