08 Januari 2013

Standing Party, sehatkah??

Tau standing party kan?? Ya, belajar english english dikit napa?  Malu kalo kagak tau mah, he he.
Standing=berdiri, party=pesta, jadi standing party itu pesta berdiri, xixixi

Ok, sesuai terjemahan bebasnya, standing party itu biasanya tidak menyediakan kursi khusus untuk para tamu undangan dalam menyantap hidangan.  Jadi, para tamu undangan silahkan makan sambil berdiri bebas, di mana saja mereka suka (asal masih dalam area wajar yah, jangan di atas pelaminan, apalagi diparkiran - kejauhan).

Dulu sih (kaya'nya) pesta model begini ini bermuasal dari negeri barat sana, karena memang adat timur tidak mengajarkan cara makan minum yang kaya' gini.  Tapi, entah dari taun kapan, standing party mulai dikenal bahkan menjadi kebiasaan pada sebagian besar penyelenggaraan pesta di Indonesia.  Meski di Indonesia kadang sifatnya masih semi, karena masih menyiapkan kursi tapi sedikit.  Coba aja datang ke pesta pernikahan (kalo' diundang lho yah!), rata-rata dah, tamu undangan pada makan/minum sambil berdiri.  Ya mau gimana lagi, kursinya nyaris kagak ada!

Terus ngapain bahas masalah pesta orang?  Kagak ada kerjaan banget.
Santai bro, di sini saya kagak niat nyentil pesta siapa pun, apalagi menggugat.  Kita bahas makan minum sambil berdirinya aja, ditinjau dari segi kesehatan.  Abis baca ini, terserah dah masih mau makan/minum sambil berdiri atau kagak.  Pilihan ada pada nurani masing-masing.  Namanya juga negara demokrasi, bebas, bas, bassss (syndrom jelang pilkada JABAR).

Tapi sebelum menetapkan pilihan, baca dulu yang ini yuk!  Termasuk kamu, kamu, itu juga yang di sana yang lagi pada makan.  Tahan dulu bentar yah, kagak panjang-panjang amat kok bahasannya.

Baca hadits berikut:
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR. Muslim dan Turmidzi) 

Bermula dari hadits di atas, selayaknya sebagai umat muslim kita berusaha sebisa mungkin untuk mengikuti anjuran Rasulullah SAW.  
Lah, kok jadi bahas hadist.  Katanya dari segi kesehatan??! 
Ok, ok, sabar.  Di atas itu hanya menegaskan aja bahwa anjuran cara makan minum yang baik itu juga memang ada dalilnya.

Nah, berikut ini saya kasih dah bahasan makan/minum sambil berdiri, dilihat dari ilmu kesehatan.


Rahasia Medis Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan. 

Adapun Rasulullah berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat hanya karena darurat!  Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin. 

Dr. brahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupkan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum. Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak. 

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus–menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk. 

Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh spinchter.  Spinchter adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal.
 
Spinchter lebih seperti gate/gerbang/seal windpipe yg berkontraksi (menutup) dan relaxing (membuka) dan jumlah otot ini ada sekitar 50 otot tersebar di berbagai saluran lubang manusia.  Berfungsi sebagai otot yg membuka dan menutup, sekresi, controlling substance in out, semua sesuai fitrah manusia.

Contoh, ketika minum, di sphincter di tenggorokan akan menutup agar tidak masuk ke saluran udara dan paru2.  Saat menerima fluid yg asam akan menutup hingga tidak berlebihan acid dalam lambung, ketika saluran kemih penuh, sphincter membuka sehingga bisa keluar urin,dll.
 
Nah… Jika kita minum berdiri air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. 

Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya. Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Gimana?  Cukup jelas?
O iya, tulisan yang dicetak miring itu, saya copy dari sini, yang katanya dikutip dari Qiblati edisi 04 tahun II. Judul: Larangan Minum sambil berdiri, Hal 16

Ya, selama kondisi memungkinkan, usahain dah yah makan/minumnya sambil duduk.  Kan lebih nyaman juga, lebih santai, lebih enak diliat.  Tapi kalo ngeliat masih ada yang makan/minum sambil berdiri bahkan sambil berjalan, kagak perlu merasa paling benar juga sih, apalagi langsung diceramahin abis-abisan.  Cukup kasih pengertian, sebagai bentuk kita peduli sama mereka.  Kalo susah buat ngasih taunya, ajak aja baca tulisan ini

Ok, sekali lagi hidup itu pilihan.  Pilihan untuk memilih pola hidup sehat atau sebaliknya.  Memilih mengikuti sunnah atau kagak.  Semua balik lagi ke hati dan keyakinan kita masing-masing.  Jadi jangan pada ribut dah yah  

Silahkan dah, yang tadi lagi pada makan/minum, lanjutin lagi.

8 komentar:

  1. menarik sekali saya tunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
  2. terimakasih info yang di muat sangat bagus sekali
    ditunggu update nya

    BalasHapus
  3. nice share kak.. artikelnya bagus banget

    BalasHapus
  4. good...bisa kita sampaikan pada orang tersayang

    BalasHapus
  5. thanks infonya kak... semoga ilmunya bisa menjadi amal jariyah untuk kakak.. jangan bosan" share ilmu kak

    BalasHapus
  6. izin share gabus sekali artikelnya

    BalasHapus

Karena banyak yang mengalami kesulitan dalam mengisi komentar, berikut panduan singkatnya:
Untuk memberi komentar tanpa login, silahkan pilih 'Name/URL' pada kolom 'Beri komentar sebagai', lalu masukkan nama anda (URL silahkan dikosongkan). Kemudian masukkan komentar yang ingin disampaikan. Terimakasih

Ikhlas itu Perkara Hati

Sahabat, mari bicara tentang keikhlasan. Ikhlas adalah perkara hati, karenanya tidak ada yang berhak memberikan penilaian hanya berdasarka...