24 November 2008

akhirnya...,ceritanya bersambung lagi.. ^_^


Jika menyimak cerita saya sebelumnya, yang saya tulis lebih dari 3 bulan lalu (maklum…, orang sibuk, blognya jarang diisi (padahal entah apa yang disibukkan) :P), nach..cerita ini adalah kelanjutan dari dilema terdahulu. Singkatnya, saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi di Unpas.


Awal Ramadhan bertepatan dengan awal tahun ajaran baru waktu itu, sehingga Ramadhan tahun ini saya lalui dengan aktivitas yang lumayan padat (meski aktivitas pokoknya hanya dua – atau tiga jenis jika mau ditambahkan - yaitu kerja di pagi hingga sore hari, kuliah di sore hingga malam hari (plus taraweh di malam hari). Selalu seperti itu tiap hari, bahkan ahad (full kuliah pagi hingga sore hari). Satu hal yang saya rasakan hilang saat itu, aktivitas tarbiyah (disamping tarbiyah pekanan yang Alhamdulillah masih bisa saya ikuti) yang biasaya ramai diikuti saat bulan Ramadhan. Seingat saya, memang hampir tak ada taklim yang saya ikuti saat itu. Memang sich, kerja dan kuliah juga jika diniatkan untuk ibadah, akan bernilai pahala. Tapi, serasa kering dan monoton. Satu-satunya waktu luang di siang hari adalah ketika jam istirahat yang hanya setengah jam. Lumayan, waktu ini bisa saya isi dengan tilawah, atau mungkin juga sore hari saat shalat ashar yang bisa dijadikan moment untuk berdzikir dan bermunajah.

Mungkin tak perlu bercerita terlalu jauh tentang suasana Ramadhan saya saat itu. Hanya satu pesan yang saya ingat ketika saya menyampaikan hal ini di forum liqoat, sebagai evaluasi aktivitas selama bulan Ramadhan. Kala itu Murabiah saya mengatakan bahwa kesibukan saya belum seberapa jika dibandingkan dengan kesibukan para ustadz dan ulama, yang hari-hari mereka seakan penuh dengan urusan keluarga, umat dan dakwah, hingga aktivitas mencari penghasilan. Tapi tak sedikitpun mengurangi kualitas amalan yaumiyah dan tarbiyah mereka. Bagaimana seharusnya kesibukan justru semakin mendisiplinkan saya dalam membagi waktu. Hhm…, saya betul-betul merasa kecil dan tak ada apa-apanya saat itu.

Selanjutnya, setelah lebaran dan harus beraktivitas seperti biasa, terbayang dalam benak saya, kuliah sambil kerja (dalam kondisi normal) pasti akan sangat melelahkan. Saya teringat, sebelum Ramadhan, situasi kantor belum banyak berubah. Iklim pulang malam yang telah membudaya sempat membuat saya ketar-ketir juga. “gimana klo ternyata saya terpaksa harus sering bolos karena harus pulang malam seperti biasanya..? Alhamdulillah, tepat setelah Ramadhan peraturan jam kerja jadi berubah. Kerja yang tadinya dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore, diubah menjadi dari jam 7.30 pagi hingga jam 16.30 sore. Hmm…, lumayan lah…setidaknya saya bisa keluar sebelum jam 5, dan tiba di kampus tidak selalu terlambat. Tapi satu hal yang tetap saya pikirkan saat itu. “dulu, pulang jam 5 aja bisa ampe’ jam 9 malem, apa bedanya ama pulang jam setengah lima..?? bisa aja jadi jam 8 malem khan..??” Tapi Alhamdulillah, tenaga tambahan (2 orang akhwat yang saya ajak ke LPPM atas permintaan atasan) yang bekerja sejak Ramadhan cukup membantu dalam membagi kerja saya. Setidaknya ada beberapa pekerjaan yang saya tidak perlu konsentrasi penuh lagi di sana. Dan satu hal yang saya amati, setelah Ramadhan saya melihat jarang aktivitas masih sangat ‘hidup’ pada malam hari. Mungkin karena saya yang selalu ‘kabur’ duluan setiap jam 5 sore, sehingga memang tak sempat menyaksikan aktivitas malam hari di kantor. Tapi setidaknya, laporan salah seorang teman pun seperti itu. “Tapi emang lho di, klo udah lewat maghrib tuch sekarang kantor udh sepi banget. G kaya’ dulu yang mpe’ jam 10 aja masih terang benderang”. Hhm…, semoga budaya pulang malam di kantor saya memang telah berubah ^_^.

Mengenai keputusan memilih Unpas, memang sempat ada yang bertanya. “Dian memang g nyesel milih kuliah di Unpas?...” Hhm.., jujur InsyaAllah tak ada penyesalan. Setiap pilihan akan mengundang resiko, keburukan dan keutamaan masing-masing. Setidaknya, sejauh yang saya jalani hingga saat ini, kuliah di Unpas asyik-asyik aja tuch. Lebih santai dan ga bikin stress…..hehe…. ^_^.

Saya jadi teringat juga perkataan salah seorang sahabat di liqoat. “Pokoknya, syukuri aja apa yang kita jalani sekarang, nikmati aja. Jangan pernah berpikir… ‘kaya nya enakan jadi itu dech, kuliah or kerja di sana dech, seru yach jadi si anu…dan sebagainya’ mending apa yang kita jalani aja disyukuri dan dioptimalkan. Karena InsyaAllah itu yang terbaik untuk kita.”

Saya selalu berharap, semoga Allah tetap memberikan kemudahan, hingga saya menyelesaikan studi saya ini (amiin…). Bahkan hingga aktivitas-aktivitas lainnya nanti.

Rabbi ‘ala yassir, walaa tuatsir ‘alaina….(rabb, permudah untuk hamba, dan jangan Engkau persulit…amiin).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Karena banyak yang mengalami kesulitan dalam mengisi komentar, berikut panduan singkatnya:
Untuk memberi komentar tanpa login, silahkan pilih 'Name/URL' pada kolom 'Beri komentar sebagai', lalu masukkan nama anda (URL silahkan dikosongkan). Kemudian masukkan komentar yang ingin disampaikan. Terimakasih

Ikhlas itu Perkara Hati

Sahabat, mari bicara tentang keikhlasan. Ikhlas adalah perkara hati, karenanya tidak ada yang berhak memberikan penilaian hanya berdasarka...