21 Juni 2009

sebuah nasihat


Sore itu entah hal apa yang membuat hati saya begitu tidak bersemangat. Ketika adzan ashar berkumandang, seperti biasanya saya bergegas mengambil air wudhu dan bersiap menuju masjid kantor. Dalam perjalanan turun, tiba-tiba lift berhenti di lantai empat (posisi tempat kerja saya ada di lantai 5). Seorang ibu-ibu masuk. “mau ke mana nak?” ibu itu memulai percakapan. “ke masjid bu, shalat”

“wah...,bagus...,bagus itu. Sekarang itu udh mo masuk bulan rajab, perbanyak ibadah. Klo saya mah, diusahakan sya’ban memperbanyak shaum....” ibu itu tiba-tiba saja mengeluarkan nasihat. Saya hanya tersenyum sambil berkata “iya bu, betul...”. Lift tiba di lantai satu, pintu terbuka dan saya pun bersiap hendak keluar. Ternyata ibu itu mengambil arah yang berbeda dengan arah ke masjid. Tapi sebelum berpisah, beliau masih bersemangat dan meneruskan nasihatnya, “pokoknya, setiap selepas shalat atau setelah berdzikir, perbanyak doa, minta apa saja sama Allah, ingat...minta apa saja, InsyaAllah dikabulkan”. Kemudian kami berpisah. Saya meneruskan langkah menuju masjid dan mengikuti shalat ashar berjamaah.

Selepas shalat dan berdzikir, saya jadi teringat pertemuan dengan ibu-ibu di lift tadi. Hhm.., saya tidak mengenalnya (memang sich, banyak pegawai ITB juga yang berada di lantai bawah, terutama lantai 4 yang tidak saya kenal. Tapi rasanya untuk ibu yang satu ini saya belum pernah melihat wajahnya, kecuali barusan). Siapa ibu itu? Kenapa tiba-tiba mengeluarkan nasihat kepada saya, padahal keberadaan di lift tadi hanya sesaat saja.

Sebagai seorang muslim, tentu memiliki keyakinan bahwa setiap kejadian, sekecil apapun tak pernah lepas dari hikmah. Saya bersyukur, meski singkat, nasihat itu kembali mengingatkan saya bahwa memang sesaat lagi sudah memasuki bulan Rajab. Pada bulan ini rasulullah telah mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan. Ya Allah, benar juga yach...., Ramadhan ternyata tidak lama lagi. Ingin segera tiba di bulan itu, tapi jika mengingat kondisi ruhiyah saat ini, saya merasa bersyukur masih memiliki waktu untuk berbenah. Berharap ketika bulan Ramadhan tiba, saya telah siap dengan segala amal dan ibadah istimewa yang mampu saya berikan. Yach..., bersyukur, karena pada saat seperti ini ada yang mengingatkan saya untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu. Memang yach, nasihat itu bisa datang dari siapapun, di manapun, termasuk dari orang yang tak kita kenal, serta di tempat seperti sebuah lift sekalipun.

Alhamdulillah... ^_^

2 komentar:

  1. Assalamualaikum, Teh Dian, Salam Kenal.. Kalau saya tidak salah tangkap.. Teh Dian ada di PAU gitu..
    Nuhun..

    BalasHapus
  2. wa'alaikummussalam.... salam kenal juga. Bukan di PAU, tapi saya di LPPM. mm..ini siapa yah?

    BalasHapus

Karena banyak yang mengalami kesulitan dalam mengisi komentar, berikut panduan singkatnya:
Untuk memberi komentar tanpa login, silahkan pilih 'Name/URL' pada kolom 'Beri komentar sebagai', lalu masukkan nama anda (URL silahkan dikosongkan). Kemudian masukkan komentar yang ingin disampaikan. Terimakasih

Ikhlas itu Perkara Hati

Sahabat, mari bicara tentang keikhlasan. Ikhlas adalah perkara hati, karenanya tidak ada yang berhak memberikan penilaian hanya berdasarka...