25 Februari 2011

Sisi Terindah Kasih Sayang



Seorang lelaki menziarahi saudaranya karena Allah, lalu Allah mengutus malaikat kepadanya menanyakan, “Hendak ke mana kamu?”  Ia menjawab, “Aku hendak mengunjungi saudaraku si Fulan.”  Malaikat bertanya, “karena suatu keperluanmu yang ada padanya?”  Ia menjawab, “Tidak.”  Malaikat bertanya, “Karena kekerabatan antara dirimu dan dia?”  Ia menjawab, “Tidak.”  Malaikat bertanya, “Karena nikmat yang pernah dilakukannya kepadamu?”  Ia menjawab, “Tidak.”  Malaikat bertanya, “Lalu karena apa?”  Ia menjawab, “Aku mencintainya karena Allah.”  Malaikat berkata, “Sesungguhnya Allah telah mengutusku untuk menemuimu dan memberitahukan bahwa Dia mencintaimu karena cintamu kepadanya, dan Dia telah memastikan syurga untukmu.”  (H.R.Muslim).


Hadits di atas hendak menjelaskan betapa Allah sangat mencintai hambaNya yang saling mencintai karenaNya.  Cinta dan kasih sayang kepada sesama saudara yang hadir sebagai wujud kedekatan hati tak lain bermula dari penampakkan akhlak mulia, seperti menebar salam, berlaku lembut, memberi maaf, memenuhi hak, toleran, murah hati, dsb.  Cinta kepada siapapun hendaklah tetap didasarkan atas cinta kepada Allah, karena segala kelebihan yang membuat kita mencintai seseorang sesungguhnya hanyalah berasal dari Allah SWT.  Cinta ini tidak hanya membawa keindahan dunia, melainkan juga dapat membawa keridhoanNya yang menjadi kunci keindahan di akhirat nanti.


Bayangkan betapa indahnya ukhuwah yang terjalin di atas cinta tulus, semata-mata karena mengharapkan ridho dariNya.  Kesalahan yang mungkin hadir tidak akan mengundang dendam dan permusuhan, kekurangan dan kelemahan tidak membangkitkan rasa saling merendahkan, karena yang ada hanyalah rasa kasih yang senantiasa menginginkan kebaikan bagi sesamanya.  Memiliki saudara-saudara yang saling mencintai dapat melukiskan keindahan dan memberi makna di dalam hidup kita.  Kebersamaannya membawa kedamaian, keceriaan, serta motivasi kedekatan kepada Allah.  Ketidakbersamaannya mengundang rindu, rindu akan pertemuan dan kebersamaan abadi di syurgaNya.


Wujud kasih sayang terindah dapat dengan mudah kita temui pada pribadi Rasulullah SAW.  Sering kita dengar bagaimana lemah lembutnya Rasulullah d dalam berkata, betapa lapangnya beliau memaafkan kesalahan orang-orang yang mendzolimi, ringannya tangan beliau memberi kepada setiap orang yang membutuhkan.  Rasulullah tidak pernah mencela dan meremehkan lawan bicaranya, selalu berwajah cerah dan menentramkan siapa saja yang berada di dekatnya, serta pribadi-pribadi terpuji lain yang seharusnya menjadi teladan bagi kita dalam menebar cinta dan kasih sayang.


Rasulullah pernah bersabda “Sesungguhnya Allah ta’ala berfirman pada hari kiamat : Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena kemuliaanKu.  Hari ini Aku menaungi mereka di dalam naunganKu pada hari tidak ada naungan kecuali naunganKu” (H.R.Muslim).  sekarang marilah kita hitung berapa banyak orang-orang yang selama ini berada di dalam kehidupan kita.  Kemudian perhatikan, sudahkah kita memberikan cinta terbaik untuk mereka, semata-mata karena Allah SWT?  Semoga kita termasuk ke dalam golongan insan yang dicintai olehNya, karena rasa cinta yang kita berikan kepada saudara kita atas dasar rasa cinta karenaNya.


“Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah, melainkan orang yang paling dicintai Allah di antara keduanya ialah orang yang paling besar cintanya kepada saudaranya”

(H.R.Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari hadits Anas)

Wallahu’alam

ﻮﻔﻴﺔ ﻠﻧﺴﺎ ﺀ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Karena banyak yang mengalami kesulitan dalam mengisi komentar, berikut panduan singkatnya:
Untuk memberi komentar tanpa login, silahkan pilih 'Name/URL' pada kolom 'Beri komentar sebagai', lalu masukkan nama anda (URL silahkan dikosongkan). Kemudian masukkan komentar yang ingin disampaikan. Terimakasih

Ikhlas itu Perkara Hati

Sahabat, mari bicara tentang keikhlasan. Ikhlas adalah perkara hati, karenanya tidak ada yang berhak memberikan penilaian hanya berdasarka...