28 Juli 2011

Ini harapan Ramadhanku, apa harapanmu?

Ramadhan in sight, ramadhan di depan mata.  Banyak harapan dan segunung target ingin diraih, agar ramadhan tidak berlalu sia-sia.  Agar keberadaannya tak terbuang percuma.

Berbahagialah menyambut bulan ramadhan, karena rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang bergembira datangnya bulan Ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka”. (An-Nasa’i).

So, minimal berbahagialah!!

Well, bicara target kita pasti punya catatan sendiri.  Ada yang ingin mengkhatamkan alqur'an sekian kali, menambah hafalan, meningkatkan kualitas shalat (wajib maupun sunnah), memperbanyak shadaqah, dls.

Saya tidak akan menulis secara spesifik apa target sekaligus harapan di bulan ramadhan kali ini, karena biarlah itu tetap menjadi catatan pribadi.  Tapi tenang, saya tetap akan memberikan bocoran tentang satu harapan (sok seleb banget yaaa). Satu target yang saya rasa justru menjadi rangkuman dari seluruh harapan yang ingin dicapai.

Meningkatkan Ruhiyah.  Yah, tidak muluk-muluk memang.  Standard, tapi justru menjadi bahan bakar untuk menjalankan sekian banyak target yang telah disusun.

Terkadang kita menulis berlembar-lembar harapan, tapi mandeg di tengah karena kehabisan bahan bakar.  Karena itulah, hal utama yang ingin saya capai adalah "Naiknya' ruhiyah saya.  Meningkat dalam arti yang sesungguhnya.  Peningkatan yang akan terus konsisten hingga ke bulan-bulan selanjutnya.  Meski pasti kadang turun, setidaknya tidak terlalu jauh ke bawah.  Penurunan yang akan selalu diikuti oleh peningkatan selanjutnya.  Karena dengan ruhiyah yang kuat, mudah dan ringan bagi kita untuk menuntaskan setiap targetan, mulai dari khatam qur'an, hafalan, shadaqah, hingga berpuluh-puluh targetan lainnya.

Kekuatan ruhiyah, yang diharapkan dapat mengantar kita pada predikat taqwa.  Meningkatkan Ruhiyah, naik, naik, dan naik, lebih dari posisi sebelumnya.

Ini target dan harapan Ramadhanku kali ini.  Apa harapanmu??

Wallahu'alam bishawab

Khamis, 26 Sya'ban 1432 H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Karena banyak yang mengalami kesulitan dalam mengisi komentar, berikut panduan singkatnya:
Untuk memberi komentar tanpa login, silahkan pilih 'Name/URL' pada kolom 'Beri komentar sebagai', lalu masukkan nama anda (URL silahkan dikosongkan). Kemudian masukkan komentar yang ingin disampaikan. Terimakasih

Ikhlas itu Perkara Hati

Sahabat, mari bicara tentang keikhlasan. Ikhlas adalah perkara hati, karenanya tidak ada yang berhak memberikan penilaian hanya berdasarka...