18 Agustus 2011

Kyai Menentang Anaknya Berjilbab?


Seorang anak kyai menghadap Ayahanda yang sedang duduk sambil membaca berita pagi di teras rumahnya.

"Ayah..." nada suaranya tampak ragu.

"Ehhm, ada apa?"

"Aku punya satu permintaan." Kali ini suaranya terdengar sedikit lebih meyakinkan.

"Ada apa lagi?! Aku tidak akan mengizinkan jika itu masih berhubungan dengan pikiran gilamu.  Sudah kau baca buku yang kemarin??!" Dengan sedikit meninggikan suaranya, Pak kyai melepas koran di tangannya.  Ia menatap lekat-lekat wajah sang anak.

"Ta..., tapi Ayah, ini jalan yang akan aku pilih." Keberaniannya kini kembali memudar.


"Katakan, apa yang kau inginkan?"

"Aku ingin menggunakan jilbab, Ayah." Semakin tercekat rasanya kerongkongan sang anak, takut akan murka Ayahnya.

"Brak!!" Suara meja kayu di teras itu kian menciutkan nyali.

"Benar-benar gila kamu!! Kamu masih berani bicara soal ini??!!!"

"Tapi, Yah, aku ingin menutup aurat.  Bukankah menutup aurat itu wajib?" Hampir basah kini mata anak itu.

"Tidak dengan cara itu!!" Pak Kyai itu kini tak dapat lagi menahan emosinya.  Lelah sudah ia mengingatkan anaknya untuk kembali ke jalan fitrah.

"Tapi..." Ia masih berusaha bertahan.

"Sudah!! hentikan semua ini.  Besok aku akan mengirimkanmu ke pesantren khusus putra.  Supaya kamu tau bagaimana seharusnya seorang laki-laki itu bersikap!!"
Setelah beristighfar, Kyai itu berlalu ke dalam rumah.  Tinggallah sang anak kini mematung sendirian, cemas.

*hehe, serius amat siiih bacanya!! becanda aja kaliii....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Karena banyak yang mengalami kesulitan dalam mengisi komentar, berikut panduan singkatnya:
Untuk memberi komentar tanpa login, silahkan pilih 'Name/URL' pada kolom 'Beri komentar sebagai', lalu masukkan nama anda (URL silahkan dikosongkan). Kemudian masukkan komentar yang ingin disampaikan. Terimakasih

Ikhlas itu Perkara Hati

Sahabat, mari bicara tentang keikhlasan. Ikhlas adalah perkara hati, karenanya tidak ada yang berhak memberikan penilaian hanya berdasarka...