05 Mei 2014

Kepribadian di balik Warna Favorit

Hai, hai, hai!!
Ups, Assalamu'alaikum pembaca wafiyyatunnisa's site.

Adakah yang merasa kehilangan tulisan-tulisan saya yang renyah bin garing?  :D
Maklum, sudah beberapa bulan ini saya benar-benar kehilangan inspirasi.  Tak ada tulisan baru yang saya produksi, entah itu cerpen, artikel, puisi, atau sekadar curhatan di blog ini.
Yah, meski bersyukur juga karena masih ada rangkaian kata yang saya share dalam bentuk status fb, bbm, atau kicauan di twitter.  Haha.  Lumayan kan tuh, daripada sepi sama sekali.

Hhm... hhm...hhm.... saya memang terserang penyakit 'writer's block' parah!  Tapi kali ini saya memaksakan diri untuk menggores kalimat demi kalimat, meski mungkin akan semakin garing.  Tapi lumayanlah buat obat kangen pembaca setia blog sekalian!  Bener nggak?? Seneng kan, akhirnya di blog ini muncul tulisan baru.  Ayo ngaku aja!

Ok, ok.  Segaring-garingnya saya, sahabat tenang aja.  Karena kali ini pun bakalan tetep ada yang saya ceritain kok.

Sobat semua pada punya warna favorit?  Boleh tau warna apa?  Terus pernah baca karakter berdasarkan warna favorit nggak?  Kalo' udah pernah baca, kira-kira warna favorit sobat matching nggak tuh ama kepribadian sobat sendiri?

Oh ho ho...  maap yah, malah banyak nanya.  Tapi ini serius.  Apa benar warna favorit berkaitan dengan karakter pribadi??


Saya pernah baca di beberapa blog yang saya telusuri melalui google, tentang karakter berdasarkan warna kesukaan.  Rata-rata sih memberikan penilaian yang sama.  Seolah baku bahwa memang masing-masing warna melambangkan karakter seperti yang disebutkan.  (Mungkin penggambaran karakter ini tadinya bersumber dari satu referensi yang sama).

Sebenernya sih bukan mau mempermasalahkan mengenai keakuratan hubungan antara warna dan karakter itu sendiri.  Saya cuman mau curhat aja nih ceritanya.  Karena sebagai sesama manusia, saya juga punya dong warna kesukaan (Yaeyalaah!).

Nah!  Yang jadi masalah, warna favorit saya itu berubah.  Dan perubahannya itu menunjukkan karakter yang jauh berbeda dengan karakter warna favorit saya sebelumnya.  Apa iya karakter seseoarang bisa berubah?

Beberapa tahun ke belakang, saya sukaaaaa sekali sama yang namanya biru.  Tiap liat yang biru-biru rasanya cintaaaaaaaaa.  Beneran deh pake' BGT.  Lihat pernak-pernik biru, langsung pengen beli.  Padahal sih kadang cuman sekadar gantungan kunci atau benda kecil lainnya.  Tapi warna birunya sungguh-sungguh menyilaukan pandangan.  Ini terjadi selama kurang lebih 8 atau 9 tahun, setelah sebelumnya saya pencinta warna ungu dan hijau.

Warna ungu, hijau, dan biru sih masih ada cocok-cocoknya yah sama karakter pribadi saya.  Meski memang nggak semua masuk, yah seenggaknya nggak jauh-jauh amat lah.  So, selama ini saya merasa yakin bahwa warna favorit saya ini memang cocok bin serasi dengan sifat dan kepribadian saya.

Ok, terus masalahnya?

Ini nih yang mau saya ceritain.

Setelah bertahun masuk dalam geng blue mania, saya akhirnya menjadi pasukan netral.  Tidak ada warna dominan yang sungguh-sungguh saya suka.  Semua warna sama saja.  Mungkin sekitar 2 tahunan saya bertahan dalam pandangan ini.

Tapiiii, entah bisikan dari mana, tiba-tiba saat ini saya terseret ke dalam kelompok 'orange lover'.

Yak, saya jadi pencinta orange!

Orangenya bukan orange terang sih, tapi orange tua, lebih mendekati warna jingga atau senja hari.  Terlihat keren dan elegant.

Nah, menurut berbagai sumber, kepribadian pencinta orange ini kaya'nya kurang pas yah sama karakter saya?  Iya nggak?  (pertanyaan khusus buat yang kenal saya aja :D).  Kalo minat dan ada waktu, silahkan cari dulu tentang karakter pecinta orange.  (Ngerjain banget ya :D).

Intinya, saya tidak merasakan adanya perubahan karakter, meski warna kesukaan saya  sudah berganti-ganti.

Yah mungkin memang ada juga sih sebagian karakter warna orange yang masuk ke dalam pribadi saya, meski memang saya merasa lebih banyak yang bertolak belakang ketimbang serasinya.

Sekali lagi, ini sekadar cerita aja ya.  Karakter saya begini, dan warna favorit saya adalah itu.  Meski dua hal yang lumayan bertentangan, tapi tetap saat ini memang inilah saya.

Bagaimana dengan warna favorit sobat sekalian?  Cek deh penjabaran karakternya.  Sesuaikah?  Entah cocok atau tidak, tapi yang jelas tetaplah jadi diri sendiri, tanpa harus memaksakan diri untuk merubah karakter menjadi yang orang lain tuliskan.  Karena menurut saya, setiap karakter itu unik, dan masing-masing memiliki kelebihan serta kekurangan tersendiri.

Yang terpenting, apapun karakter kita, berusahalah agar karakter utama kita tadi tetap menjadikan kita bermanfaat.  Karena setiap orang bisa menjadi berarti, tanpa harus menjadi sama.  Setuju kan?

Sebagaimana sahabat-sahabat rasulullah yang memiliki karakter unik masing-masing.  Rasulullah tak bermaksud merubah sahabat-sahabatnya menjadi satu karakter yang sama.  Akan tetapi Rasulullah mengarahkan peran sahabatnya sesuai kepribadian masing-masing.  Setiap sahabat istimewa, dan dapat menjadi berarti tanpa harus mengganti karakter aslinya.

Begitu sob.
Eh, masih nyambung sama pembahasan warna kan ya?

Note:  mungkin suatu saat warna favorit saya akan mengalami pergeseran lagi, tergantung suasana hati dan keadaan sekeliling.  Ha ha....

Gimana sobat, sudah terobati rasa kangennya sama tulisan saya?

Ok deh, See u yaaaa.

Sampai jumpa pada tulisan saya selanjutnya. :)

4 komentar:

  1. Terima kasih infonya gan.
    Lumayan buat nambah elmu.

    Gema Parfum
    Memilih Parfum Berdasarkan Warna Kesukaan.


    --------------

    BalasHapus
  2. mkasih informasinya kak,
    tunggu info selanjutnya

    BalasHapus
  3. Makasih infonya kak, jadi tau makna warna nih.....hehehhee

    BalasHapus
  4. Wah kak like banget sama kata2 yang ini "Sebagaimana sahabat-sahabat rasulullah yang memiliki karakter unik masing-masing. Rasulullah tak bermaksud merubah sahabat-sahabatnya menjadi satu karakter yang sama. Akan tetapi Rasulullah mengarahkan peran sahabatnya sesuai kepribadian masing-masing. Setiap sahabat istimewa, dan dapat menjadi berarti tanpa harus mengganti karakter aslinya."

    BalasHapus

Karena banyak yang mengalami kesulitan dalam mengisi komentar, berikut panduan singkatnya:
Untuk memberi komentar tanpa login, silahkan pilih 'Name/URL' pada kolom 'Beri komentar sebagai', lalu masukkan nama anda (URL silahkan dikosongkan). Kemudian masukkan komentar yang ingin disampaikan. Terimakasih

Memeluk Kenangan

Saat aku mencoba melupakan namun gagal, Saat itulah aku memutuskan untuk berhenti melupakan. Berdamai. Merangkai kisah dalam ...