menjelma cinta yang Maha
Duhai Rahman,
hendak kubalas, kujawab
agar layak menadah
biar tak malu mereguk kasih
meski entah secuil laku bermakna balas, entah masih jauh menebar hina
Ah, tak akan jelang sempurna
mengganjar kasih Maha Sempurna
tapi langkah terus terseret
nurani masih tak letih memadu padan pecahan rindu
hingga masa bermuara ruh di titik pertemuan
Wahai Karim,
berbalut segala cela
ini ku tengah coba menata aksara
mengeja makna
persembahan cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Karena banyak yang mengalami kesulitan dalam mengisi komentar, berikut panduan singkatnya:
Untuk memberi komentar tanpa login, silahkan pilih 'Name/URL' pada kolom 'Beri komentar sebagai', lalu masukkan nama anda (URL silahkan dikosongkan). Kemudian masukkan komentar yang ingin disampaikan. Terimakasih