02 September 2013

Cerita Lucu di Balik Lupa

Sobat wafiyyatunnisa's site, pernah ngalamin yang namanya lupa nggak? Kalo saya sih, sering, he he.

Padahal saya belum tua lho.  Ya, yang saya lupain sih biasanya hal-hal kecil ya, bukan yang bersifat serius dan menyangkut hajat hidup orang banyak :D
Tapi tetep aja, yang namanya lupa itu kadang bikin gimanaaaaa gitu.  Iya nggak sih?

Biasanya saya suka lupa untuk membawa sesuatu, padahal tuh barang udah disiapin dari malam hari.  Contoh kecil, map yang berisi berkas penting.  Beberapa kali saya harus kembali untuk mengambil benda ini.  Bayangkan, untuk mengatasi masalah ini saya akhirnya terkadang meletakkan map tersebut di lantai, tepat di mana saya memang bakalan mondar-mandir sebelum pergi.  Jadi, ketika saya hendak melangkah keluar, mau nggak mau deh, keberadaan benda yang janggal akan mengusik penglihatan saya, dan taraaa, jadi tidak lagi terlupakan.  Hehe.


Contoh lainnya, misalkan saya menyimpan suatu makanan di dalam lemari es.  Jadi nih ya, di kamar kostan saya ada lemari es kecil gitu.  Nah, si makanan ini mau saya bawa ke rumah.  Karena saya hampir tidak pernah menyimpan makanan di lemari es, maka saya jarang sekali mengingat bahwa ada makanan di sana.  Khawatir akan terlupa dan jadi mubadzir, saya biasanya membuat tulisan pada selembar kertas dengan tulisan yang cukup besar.  Lalu saya tempelkan di pintu lemari es itu.

Pernah juga pada kasus lain, saat status facebook lagi booming2nya, saya menuliskan sesuatu yang akan saya kerjakan di status fb tersebut.  Karena pengalaman sih, dalam satu hari itu saya akan ingat tadi menulis apa saja di fb.  Sehingga, otomatis status tadi bisa berfungsi sebagai alarm.  Ya, setidaknya untuk satu hari itu saja.

Hhm..., masih ada beberapa hal lain lagi sih yang saya lakukan, agar hal-hal kecil tersebut tidak lagi luput dari ingatan saya.

Suatu hari saya pernah bertanya kepada kakek google, tentang lupa di usia muda.  Dan dari sekian banyak faktor, rasanya satu saja yang paling mendekati dengan kondisi saya, yaitu kurang tidur/istirahat.  Memang sih, saya termasuk orang yang tidurnya suka larut malam.  Ini juga sebenarnya masalah yang sedang coba saya atur, untuk mulai membiasakan diri tidur tidak terlalu malam.

Tapi terlepas dari sebab-akibat atas kasus lupa itu sendiri, saya punya beberapa cerita lucu nih, tentang lupa.  Cerita ini bukan hanya saya ambil dari pengalaman pribadi, tetapi juga pengalaman orang lain yang pernah saya saksikan/dengar secara langsung.  Baca yuk!



Pertama

Sebut saja namanya Rio (bukan nama sebenarnya).  Ia bekerja di salah satu perusahaan komunikasi dan tinggal di sebuah kost-kostan.  Jarak antara kantor dan tempat tinggalnya sangat dekat, sehingga sebenarnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.  Tetapi karena sering mobile, beliau ini selalu mengendarai sepeda motornya menuju kantor.

Suatu sore, saat baru saja masuk ke dalam kamar sepulang dari kantor, Rio tiba-tiba keluar lagi.  Tetangga kamar yang menyaksikan segera bertanya,

"Mau ke mana lagi, Bang?"
"Ke kantor, motor saya ketinggalan."

Waduh, ternyata beliau ini barusan pulang dari kantor dengan berjalan kaki.

Kedua

Masih cerita dari orang yang sama.  Rio ini mempunyai seorang adik yang sering datang berkunjung.  Pagi itu, seperti biasa Rio berangkat ke kantor.  Namun tak lama kemudian dia kembali lagi dengan sedikit tergesa.

"Kenapa, Bang.  Ada yang ketinggalan lagi?"  Seorang tetangga kamar yang hafal kebiasaan Rio bertanya.  Tetangga kamarnya ini sudah tidak heran melihat Rio bolak-balik karena harus mengambil sesuatu yang tertinggal.  Namun tetap saja, rasa penasaran mengusiknya untuk bertanya.  Kira-kira apalagi hari ini yang Rio lupakan?

"Aduh gawat.  Fajar ketinggalan di dalem.  Abang lupa, tadi pintu kamar di kunci."

Fajar (bukan nama sebenarnya) adalah adik Rio yang memang sering bersilaturahim ke sana.  Tergesa Rio membuka pintu kamar, dan mendapati Fajar sedang tertidur pulas.  Fajar tidak menyadari, bahwa barusan ia telah terkunci dari luar, oleh kakaknya sendiri.

Sebelumnya, Rio juga sudah pernah melupakan Fajar, dan membiarkannya terkunci di dalam kamar.  Namun sayangnya, saat itu Rio tak segera sadar, sehingga Fajar tetap berada di dalam kamar yang terkunci sampai menjelang siang.  Ketika merasa ingin ke kamar mandi, Fajar akhirnya terpaksa memanjat pintu, dan keluar lewat celah yang tidak begitu besar di atas pintu.

"Hah!  Fajar kenapa?"  Tetanga kamar Rio terperanjat menyaksikan Fajar yang berjuang hendak keluar kamar.
"Aduh, ini si Abang, ada-ada saja.  Masa' saya dikunci di dalem kamar."  Gerutu Fajar sambil terus berjuang keras melewati celah yang mulai terbuka.

Ketiga

Rio memiliki penyakit asma, sehingga pada pagi hari ia terbiasa memanaskan air untuk mandi.  Kejadian yang satu ini rasanya yang paling sering terulang.

Seperti biasa, setelah menyalakan kompor dan memanaskan satu panci besar air, Rio masuk ke dalam kamar.  Ia menuggu air panas sambil melakukan aktivitas lainnya.  Tapi tak lama berselang, dengan tergesa Rio menuju kamar mandi, lalu mandi dengan menggunakan air yang ada di bak mandi (air dingin).  Padahal ia memanaskan air karena tidak tahan mandi dengan air dingin. Tapi ia lupa sama sekali bahwa sedang memanaskan air di atas kompor, untuk mandi.

Setelah mandi dan berpakaian, ia lalu berangkat menuju kantor.  Di dapur air mulai bergejolak.  Untunglah di sana ada tetangga kamar, atau si mbo' yang sering membantu di kostan tersebut.  Mereka sudah hafal kebiasaan Rio yang satu ini.  Biasanya, setelah melihat air mendidih, mbo' akan mematikan kompor.  Ia hanya bisa geleng-geleng kepala, memaklumi kejadian ini.

Keempat

Nah, kalo yang ini cerita saya sendiri.  Kisah ini terjada saat saya masih duduk di bangku SLTP.

Dulu, ketika SLTP saya selalu berangkat dan pulang sekolah dengan menggunakan sepeda.  Siang itu, seperti biasa saya pulang bersama seorang teman (sebut namanya Ani) yang kebetulan searah.  Masing-masing kita menggunakan satu sepeda. Ani posisi rumahnya lebih jauh, sehingga pasti akan melewati komplek perumahan tempat saya tinggal.  Dan biasanya, begitu tiba di rumah saya, Ani akan mampir sekadar minta air es untuk diminum, sekalian ngobrol melepas lelah.  Setelah puas ngobrol ngalor ngidul, barulah Ani akan melanjutkan perjalanannya menuju rumah.

Begitu tiba di rumah, saya meminta Ani untuk menunggu di kursi yang terletak di teras rumah.  Sementara saya masuk melewati pintu belakang, karena bermaksud untuk menyimpan sepeda di garasi.

"Tunggu sebentar ya, nanti saya buka pintunya dari dalam."  Saya meninggalkan pesan sambil terus mengayuh sepeda menuju bagian belakang rumah.

Begitu di dalam rumah, saya melepas haus dengan mengambil sebotol minuman dingin dari lemari es, sambil mengobrol bersama mama.  Entahlah berapa menit berlalu, tapi rasanya cukup lama.  Hingga akhirnya saya beranjak menuju kamar dan berganti pakaian.  Selepas itu saya duduk santai di depan televisi.

Tak lama kemudian mama yang mendengar ada seseorang memanggil dari pintu depan segera menuju lokasi.

"Bu, Diannya ada?"  Ani bertanya.  Setelah menunggu cukup lama, ia akhirnya memutuskan untuk mengetuk pintu.

"Eh, ada.  Udah lama ya?"

"Tadi bareng Dian kok ke sininya."

"Hahh.  Waduh, berarti Diannya lupa ya.  Dari tadi kok santai aja di dalem."

Saya yang menyadari kejadian ini segera minta maaf, sambil membawakan air minum untuk Ani.  Akhirnya, setelah minum, Ani segera pulang.  Mungkin sudah terlalu lelah menunggu, atau juga memang karena telah terlalu siang.  Yang jelas, kejadian ini sempat membuat saya merasa sangat bersalah.



Nah, sobat, punya pengalaman unik lainnya seputar 'penyakit' lupa? :)

5 komentar:

  1. hahaha,,, ini lupanya tingkat dewa kali ya,, hihihii,,
    tapii lucu bangett ceritanya. hehehe
    memberi inspirasi juga.

    BalasHapus
  2. Terima kasih sudah berbagi informasi menarik dan bermanfaatnya
    Tetap semangat untuk share info yang lainnya!!!!

    BalasHapus
  3. Infonya lucu sekali menarik jadi dapat ilmu tambahan,,makasih gan saya tunggu informasi selanjutnya

    BalasHapus
  4. Wah baru tahu saya, makasih mas artikelnya bermanfaat

    jual sepatu

    BalasHapus

Karena banyak yang mengalami kesulitan dalam mengisi komentar, berikut panduan singkatnya:
Untuk memberi komentar tanpa login, silahkan pilih 'Name/URL' pada kolom 'Beri komentar sebagai', lalu masukkan nama anda (URL silahkan dikosongkan). Kemudian masukkan komentar yang ingin disampaikan. Terimakasih

Ikhlas itu Perkara Hati

Sahabat, mari bicara tentang keikhlasan. Ikhlas adalah perkara hati, karenanya tidak ada yang berhak memberikan penilaian hanya berdasarka...