11 Oktober 2011

Nulis Cara Gue!

Rangkaian kata adalah duniaku, menulis adalah bagian dari hidupku.  Meski belumlah nyata sumbangsih karya yang mampu kugoreskan, setidaknya aku bisa merasakan bahwa menulis adalah salah-satu caraku untuk berbagi.

Kejadian apa saja yang aku alami, amati atau dengar, dapat menjadi inspirasi yang sejatinya merupakan bahan baku untuk memulai jalinan kata.  Karena setiap kejadian tak akan lepas dari hikmah.  Dan hikmah inilah yang kemudian ingin aku bagi, dalam bentuk paparan kalimat yang ringan dan mudah dipahami.

Teringat dulu ketika belum memiliki komputer atau laptop pribadi, aktivitas menulis sepenuhnya dilakukan pada lembaran kertas, entah itu buku catatan sekolah, kertas bekas fotocopyan, hingga bagian kosong dari modul kuliah

06 Oktober 2011

Jodoh Ibarat Angkot

Saya memang pengguna setia jasa angkutan dalam kota alias angkot, setidaknya sejak merantau ke Bandung.  Dulu, sewaktu di daerah saya biasa menggunakan sepeda motor.  Eitss, jangan salah!! Gini-gini saya jago lho,, kebut-kebutan juga berani.  Klo liat fisik saya yang imut dan lucu pasti heran da, kok bisa sih?? Nahan motor aja masih harus jinjit

Back to angkot!!  Sejak tinggal di kota, inilah nasib yang harus saya jalani.  Mobil pribadi ga punya, naek motor juga ga dibolehin sama mama.  Dipikir-pikir memang rada serem sih.  Kondisi jalan yang semrawut, ditambah berita kecelakaan yang tak jarang mampir di telinga atau bahkan pada pandangan mata, memang bikin nyali rada-rada ciut juga.

15 September 2011

Riweuh sorangan alias sibuk sendiri

Bandung, 15 September 2011

Sudah tiga hari aku sibuk menyusuri lemari dan rak buku, setelah sebelumnya mengingat-ingat apa yang bisa aku ingat.  Yah, meski koleksi bukuku memang banyak yang hijrah hingga berbulan bahkan tahuan di kediaman orang, ternyata harus aku akui ada beberapa juga buku orang yang betah menetap di tempat tinggalku.

13 September 2011

Bayangan Kematian

Bandung, 13 September 2011
*Bersama detak jantung yang masih bekerja di luar keadaan normal.

Satu pekan terakhir, ada satu hal yang demikian mengusik.  Ah, entah mengusik atau apa namanya, yang kutau ia selalu bermain dalam rasa dan pikiran.  Sesuatu yang terus saja mengikuti, layaknya sebuah bayangan.  Ia yang terkadang membuatku menangis ketakutan sekaligus sedih, namun juga larut dalam kerinduan.  Sesuatu itu adalah bayangan kematian.

08 September 2011

STOP, Jangan Su'udzon donk!!!

Sore itu (7/9/11) saya naik sebuah angkutan umum yang hampir penuh dengan penumpang. Saya segera masuk ke bagian pojok belakang karena masih terdapat satu tempat, meski dengan space yang kecil karena seorang ibu di pojok meletakkan barang bawaan di atas kursi. Saya duduk tepat di samping barang bawaannya.

05 September 2011

Ramadhan, satu/dua belas

Ramadhan, bulan mulia yang penuh keutamaan, sesaat lagi akan kembali meninggalkan kita. Rasanya baru saja kita larut dalam euforia, hanyut bersama aura kebahagiaan menyambut kehadiran bulan yang selalu diridukan oleh orang2 mukmin ini. Sangat cepat!! Yah, terlalu cepat!!

18 Agustus 2011

Kyai Menentang Anaknya Berjilbab?


Seorang anak kyai menghadap Ayahanda yang sedang duduk sambil membaca berita pagi di teras rumahnya.

"Ayah..." nada suaranya tampak ragu.

"Ehhm, ada apa?"

"Aku punya satu permintaan." Kali ini suaranya terdengar sedikit lebih meyakinkan.

"Ada apa lagi?! Aku tidak akan mengizinkan jika itu masih berhubungan dengan pikiran gilamu.  Sudah kau baca buku yang kemarin??!" Dengan sedikit meninggikan suaranya, Pak kyai melepas koran di tangannya.  Ia menatap lekat-lekat wajah sang anak.

Memeluk Kenangan

Saat aku mencoba melupakan namun gagal, Saat itulah aku memutuskan untuk berhenti melupakan. Berdamai. Merangkai kisah dalam ...